PENGGUNAAN BAHAN DARI LINGKUNGAN SEKITAR UNTUK PRAKTIKUM KIMIA PADA PEMBELAJARAN KIMIA SMA/MA

PENGGUNAAN BAHAN DARI LINGKUNGAN SEKITAR UNTUK PRAKTIKUM KIMIA PADA PEMBELAJARAN KIMIA SMA/MA

 

Aditya Dwicahyo Wibowo, Arum Setianingtiyas & Prof. A.K. Prodjosantoso, Ph.D

 

Jurusan Pendidikan Kimia, FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan motivasi belajar setelah mengalami proses pembelajaran serta ada tidaknya perbedaan yang signifikan motivasi dan prestasi belajar peserta didik kelas X dan XI SMA/MA di Yogyakarta yang mengikuti proses pembelajaran kimia menggunakan bahan dari lingkungan sekitar dengan bahan dari laboratorium untuk praktikum reaksi kimia dan laju reaksi.

Pembelajaran kimia dalam penelitian ini menggunakan metode praktikum. Peserta didik dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas ekperimen dan kelas kontrol, pembelajaran dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Pada kelas kontrol praktikum menggunakan bahan dari laboratorium dan kelas eksperimen menggunakan bahan dari lingkungan sekitar. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket dan teknik ujian. Tes prestasi belajar kimia menggunakan tes prestasi belajar materi reaksi kimia dan laju reaksi yang telah divalidasi secara teoritis dan empiris. Persyaratan hipotesis diuji dengan uji normalitas dan homogenitas sedangkan hipotesis diuji dengan uji-t sama subjek, uji-t beda subjek dan uji anakova.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar setelah mengalami proses pembelajaran, akan tetapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada motivasi dan prestasi belajar peserta didik kelas X dan XI SMA/MA Negeri Yogyakarta yang mengikuti proses pembelajaran kimia menggunakan bahan dari lingkungan sekitar dengan bahan dari laboratorium untuk praktikum reaksi kimia dan laju reaksi.

 

Kata kunci: metode praktikum, motivasi, prestasi belajar, reaksi kimia, laju reaksi

 


PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk mengubah tingkah laku manusia baik secara individu maupun kelompok dalam upaya mendewasakan manusia melalui pengajaran dan pelatihan. Pendidikan bersifat dinamis, sehingga menuntut adanya suatu perbaikan terus-menerus. Perbaikan yang dilakukan bertujuan untuk dapat mengembangkan suatu potensi yang ada pada diri peserta didik semaksimal mungkin sehingga dapat menghasilkan manusia yang cerdas, mandiri dan dapat bersaing di tingkat internasional. Salah satu perbaikan yang dilakukan adalah pemilihan metode pembelajaran [1]. Metode pembelajaran yang sesuai dengan minat peserta didik akan lebih membangkitkan motivasi belajar peserta didik dan terhadap hasil prestasi belajar peserta didik.[2]

Ciri ilmu kimia adalah bersifat abstrak, bentuk penyederhanaan dari yang sesungguhnya, berkembang cepat, jumlah materi yang dipelajari banyak dan seperti ilmu pengetahuan alam lainnya ilmu kimia bukanlah sekedar menghitung [3]. Sehingga peserta didik mudah memahami ilmu kimia dengan konsep-konsep yang rumit dan abstrak jika disertai contoh-contoh yang konkret serta pengalaman nyata[4].

Belajar adalah suatu bentuk hasil yang dihubungkan dengan masalah-masalah yang tumbuh dalam kegiatan pembelajaran [5]. Pada kenyataannya peserta didik mempunyai motivasi untuk belajar karena didorong oleh rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu merupakan daya untuk meningkatkan motivasi belajar[6]. Praktikum adalah salah satu metode pembelajaran yang dapat membuat rasa ingin tahu peserta didik muncul, mengamati proses dan hasil percobaan serta peserta didik terlibat langsung dengan fakta alam. Akan tetapi, pembelajaran dengan metode praktikum oleh pendidik dirasakan kurang praktis dan merepotkan. Metode praktikum masih kurang maksimal disebabkan karena beberapa faktor salah satunya kurang tersedia alat dan bahan laboratorium karena mahalnya alat dan bahan laboratorium [3].

Pendidik perlu merancang suatu inovasi pembelajaran kimia dalam kegiatan praktikum dengan memanfaatkan bahan dari lingkungan sekitar. Selain lebih hemat dan mudah dalam penyediaannya hal tersebut juga dapat membawa peserta didik pada suasana belajar sesungguhnya [7].

Berdasarkan latar belakang masalah, dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut: ilmu kimia merupakan konsep-konsep yang rumit dan abstrak; diperlukan kegiatan praktikum untuk meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar; metode praktikum masih kurang maksimal karena membutuhkan bahan laboratorium yang terkadang tidak tersedia di laboratorium sekolah; dan perlu adanya suatu inovasi dalam metode praktikum.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan motivasi belajar serta ada tidaknya perbedaan yang signifikan motivasi dan prestasi belajar peserta didik kelas X dan XI SMA/MA Negeri Yogyakarta yang mengikuti proses pembelajaran kimia pada praktikum Reaksi Kimia dan Laju Reaksi menggunakan bahan dari lingkungan sekitar dengan menggunakan bahan dari laboratorium.

Manfaat penelitian diharapkan sebagai acuan pembelajaran kimia yang inovatif sehingga dapat menarik motivasi peserta didik untuk belajar kimia.

 

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh suatu perlakuan terhadap subjek penelitian. Dari penelitian eksperimen dapat diketahui hubungan sebab-akibat dari dilakukannnya perlakuan.

Variabel bebas pada penelitian ini adalah pembelajaran kimia dengan menggunakan bahan praktikum dari lingkungan sekitar dan pembelajaran menggunakan metode praktikum, dengan peserta didik aktif dan pendidik memfasilitasi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah motivasi dan prestasi belajar kimia. Variabel kendali pada penelitian ini adalah pengetahuan awal peserta didik berupa nilai prestasi belajar peserta didik yang diperoleh dari tes awal sebelum dilaksanakan proses pembelajaran (pretest).

Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X MAN Yogyakarta III dan peserta didik kelas XI SMA Negeri 10 Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013. Sampel penelitian adalah dua kelas dari masing-masing sekolah, dimana satu kelas dijadikan kelas eksperimen dan satu kelas yang lain sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling artinya pengambilan sampel yang dilakukan peneliti mempunyai pertimbangan tertentu dalam menetapkan sampel sesuai dengan tujuan penelitian.

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dilengkapi dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), soal uji pengetahuan awal, soal prestasi belajar, dan angket motivasi belajar. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket dan teknik ujian (tes). Alur kerja penelitian secara garis besar meliputi, penentuan sampel, angket motivasi awal dan pretest, perlakuan pembelajaran praktikum reaksi kimia dan laju reaksi dengan menggunakan bahan dari lingkungan sekitar untuk kelas eksperimen sedangkan bahan laboratorium untuk kelas kontrol, selanjutnya dilakukan tes prestasi belajar (posttest) dan angket motivasi akhir, langkah terakhir yaitu analisis data.

Sebelum dilakukan uji hipotesis, dilakukan uji persyaratan hipotesis terlebih dahulu yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji-t meliputi uji-t sama subjek dan uji-t beda subjek dan uji anakova.

 

HASIL DAN DISKUSI

Hasil analisis butir soal pilihan ganda menunjukkan bahwa dari 15 butir soal tes prestasi, 5 butir soal dinyatakan gugur dan 10 butir soal dinyatakan valid. Berdasarkan uji reliabilitas diperoleh harga r11 sebesar 0,728 dan 0,714 artinya realibilitas tinggi [8].

Uji normalitas dan homogenitas dilakukan pada data pengetahuan awal berupa pretest sebelum perlakuan dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui data terdistribusi normal atau tidak, sedangkan uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui sampel berasal dari populasi yang homogen atau tidak. Ringkasan perhitungan uji normalitas terhadap data pengetahuan awal kimia dapat dilihat pada Tabel 1.

Sedangkan pada ringkasan perhitungan uji homogenitas terhadap data pengetahuan awal kimia dapat dilihat pada Tabel 2.

 

 

Tabel 1. Ringkasan hasil uji normalitas terhadap data pengetahuan awal

Kelas Z Asymp. Sig. (2-tailed) Sebaran
Eksperimen X 0,816 0,518 Normal
Kontrol X 0,889 0,408 Normal
Eksperimen XI 0,807 0,533 Normal
Kontrol XI 1,064 0,208 Normal

 

Tabel 2. Ringkasan hasil uji homogenitas terhadap data pengetahuan awal

Variabel (Kelas) F Sig. Keterangan
Pengetahuan awal (X) 0,025 0,874 Homogen

Pengetahuan awal

(XI)

0,000 0,985 Homogen

 

 

Uji-t sama subjek digunakan untuk mengetahui perbedaan keadaan satu faktor dengan dua kali pengamatan yakni motivasi belajar kimia baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Pada penelitian ini, dilakukan analisis data motivasi belajar kimia menggunakan program komputer SPSS 13.0 for windows. Ringkasan hasil perhitungan dapat dilihat pada Tabel 3.

Uji-t beda subjek digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan keadaan satu faktor dengan dua sampel yaitu motivasi belajar kimia peserta didik antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Pada penelitian ini, dilakukan analisis data motivasi belajar kimia menggunakan program komputer SPSS 13.0 for windows. Ringkasan hasil perhitungan dapat dilihat pada Tabel 4.

 

Uji anakova digunakan untuk menguji ada tidaknya perbedaan prestasi belajar kimia peserta didik antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Pada penelitian ini, dilakukan analisis data prestasi belajar kimia menggunakan program komputer SPSS 13.0 for windows. Ringkasan hasil perhitungan dapat dilihat pada Tabel 5 dan Tabel 6.

 

 

Tabel 3. Ringkasan Hasil Analisis Uji-t Sama Subjek Motivasi Belajar Kimia

Kelas Motivasi Rerata Sig
Eksperimen X Awal 125,4167 0,000
Akhir 139,2083
Kontrol X Awal 126,7692 0,000
Akhir 141,7308
Eksperimen XI Awal 121,9688 0,000
Akhir 133,9375
Kontrol XI Awal 122,8333 0,000
Akhir 136,4333

 

 

Tabel 4. Ringkasan Hasil Uji-t Beda Subjek Motivasi Belajar Kimia

Kelas N Rerata Gain Skor Sig. (2-tailed)
Eksperimen X 24 13,791 0,672
Kontrol X 26 14.,961
Eksperimen XI 32 11,969 0,509
Kontrol XI 30 13,600

 

 

 

 

Tabel 5. Uji Anakova Kelas X

Keterangan Sum of Squares df Mean square F0 Sig
Between Groups 26,362 1 26,362 0,157 0,693
Within Groups 7873,888 47 167,530    
Total 7900,250 48      

 

Tabel 6. Uji Anakova Kelas XI

Keterangan Sum of Squares df Mean square F0 Sig
Between groups 147,041 1 147,041 0,984 0,325
Within Group 8820,698 59 149,503    
Total 8967,739 60      

 

 

Berdasarkan data diatas, Hasil uji-t sama subjek menunjukkan bahwa ada peningkatan motivasi belajar kimia sebelum dan sesudah pembelajaran baik pada kelas eksperimen maupun pada kelas kontrol. Adanya peningkatan motivasi belajar kimia peserta didik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol dikarenakan metode pembelajaran pada masing-masing kelas menggunakan metode yang dapat mengaktifkan rasa ingin tahu peserta didik yakni metode praktikum. Pada kenyataannya peserta didik mempunyai motivasi untuk belajar karena didorong oleh rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu merupakan daya untuk meningkatkan motivasi belajar.

Untuk hasil analisis uji-t beda subjek menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan motivasi belajar kimia antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dan untuk uji anakova juga menunjukkan tidak ada perbedaan prestasi belajar kimia antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol, jika pengetahuan awal dikendalikan secara statistik.

Dengan hasil yang menunjukkan bahwa uji-t beda subjek tidak adanya perbedaan signifikan yang terjadi pada motivasi belajar kimia antara kedua kelas tersebut maka hipotesis yang diajukan tidak terbukti. Tidak terbuktinya hipotesis disebabkan oleh beberapa faktor yaitu sama-sama menggunakan metode praktikum pada kedua kelas, waktu pembelajaran yang relatif singkat dan peserta didik masih menyesuaikan diri.

Selanjutnya, dengan hasil yang menunjukkan uji anakova tidak adanya perbedaan yang signifikan pada prestasi belajar kimia antara kedua kelas tersebut maka hipotesis yang diajukan tidak terbukti. Tidak terbuktinya hipotesis disebabkan oleh beberapa faktor yaitu: waktu pelaksanaan pembelajaran yang singkat dan metode pembelajaran yang sama.

Meskipun hipotesis tidak terbukti, akan tetapi hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahan dari lingkungan sekitar sama efektifnya dengan penggunaan bahan dari laboratorium untuk meningkatkan prestasi belajar kimia peserta didik. Pada dasarnya penggunaan bahan dari lingkungan sekitar dan bahan dari laboratorium untuk praktikum reaksi kimia dan laju reaksi sama-sama meningkatkan motivasi dan prestasi belajar kimia peserta didik kelas X dan XI SMA/MA Negeri Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013.

Penggunaaan bahan-bahan dari lingkungan sekitar untuk proses pembelajaran pada praktikum kimia memiliki keuntungan antara lain:

  1. Menimbulkan kesan tersendiri dari peserta didik bahwa kimia ada di sekitar kehidupan sehari-hari.
  2. Dapat menggantikan bahan-bahan yang tidak tersedia di laboratorium.
  3. Dapat memperpanjang proses ingatan peserta didik karena terlibat langsung dengan hal kimia secara nyata yang ada di kehidupan sehari-hari.
  4. Tidak menimbulkan limbah yang beracun dan berbahaya.
  5. Tidak memerlukan biaya yang besar untuk melakukan praktikum.

Penggunaaan bahan-bahan dari lingkungan sekitar untuk praktikum kimia juga memiliki kendala-kendala yang dihadapi antara lain:

  1. Adanya keterbatasan waktu pada saat melaksanakan praktikum.
  2. Tidak banyak bahan-bahan dari lingkungan sekitar yang dapat digunakan untuk praktikum pada pembelajaran kimia dalam materi kimia.

Namun pada intinya metode praktikum banyak digemari oleh peserta didik dalam proses pembelajaran, selain itu peserta didik mendapatkan pengalaman kerja kimia nyata dan merangsang untuk berpikir kritis dan ilmiah. Sehingga motivasi belajar kimia antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol sama-sama meningkat, dengan kata lain tidak terjadi perbedaan yang signifikan antara motivasi dan prestasi belajar peserta didik antar kedua kelas.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil uji hipotesis penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan motivasi dan prestasi belajar peserta didik kelas X dan XI SMA/MA Negeri Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013 yang mengikuti proses pembelajaran kimia menggunakan bahan dari lingkungan sekitar dengan bahan dari laboratorium untuk praktikum reaksi kimia dan laju reaksi.

Hasil penelitian ini menunjukkan hasil yang positif dikarenakan penggunaan bahan dari lingkungan sekitar sama efektifnya dengan bahan laboratorium di dalam pembelajaran praktikum reaksi kimia dan laju reaksi.

 

 

 

.DAFTAR PUSTAKA

[1].Sugihartono, Kartika Nur Fathiyah, Farida Harahap, Farida Agus Setiawan, Siti Rohmah Nurhayati. (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.

[2].Sukmadinata, Erliani Syaodih. (2007). Pengembangan Model Pembelajaran Kooperatif untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial. Bandung: Tidak diterbitkan.

[3]. Tresna Sastrawijaya. (1988). Proses Belajar Mengajar Kimia. Jakarta: DIKTI.

[4]. Conny semiawan. (1992). Pendekatan keterampilan proses bagaimana mengaktifkan peserta didik dalam belajar. Jakarta: Gramedia widiasarana indonesia.

[5]. H.D. Sujana S. (2000). Strategi pembelajaran. Bandung: Falah Production.

 

[6]. Hamzah B. Uno. (2008). Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.

[7]. Winarno Surakhmad. (1994). Pengantar Interaksi Mengajar-Belajar. Bandung: Tarsito.

[8]. Sugiyono. (2010). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s